Di Dunia Mayapun Hendaklah Kita Bersikap Seiman

0
Rasa persaudaraan sesama orang iman mulai luntur, hanya karena Meremehkan, karena gesekan sedikit , beda pendapat mereka saling bermusuhan , begitu pula saya sering melihat serta membaca "status Fb" saudara-saudara kita , karena "postingan" yang tidak se ide dengan komentator dia saling menghujat , saling memojokkan saling Serang status Facebook , akhirnya berujung "DELETE bahkan BLOCKED dari pertemanan .

Facebook Ini hanya dunia maya dunia maya itu ibarat pasar. Apa aja ada. Mau yang gratis, harga murah, dan juga harga mahal. Semua bisa diatur dan ada. Konten atau isi situs yang halal, yang subhat, bahkan yang haram tersedia di sana. Tergantung kita, apakah akan memilihnya atau tidak. Semua berdasarkan pilihan dan tentu saja ada konsekuensinya atas pilihan tersebut. Dunia maya sama seperti halnya dunia nyata, ada yang buruk dan ada yang baik. Ada yang tercela dan ada yang terpuji. Ada yang halal dan ada yang haram. Pornografi ada, judi ada, gosip bejibun, fitnah marak, motivasi kehidupan banyak, dan dakwah pun gencar. Kebaikan akan selalu berhadapan dengan keburukan. Kesalahan akan bertarung dengan kebenaran. Kelebihannya (sekaligus kekurangannya) di dunia maya, semua orang bisa jadi apa saja dan bisa jadi siapa saja.

Iya, karena meski di dunia nyata dan dunia maya bisa sama-sama berbohong, tapi di dunia maya kebohongan kita sulit dideteksi , APAKAH SEPERTI ITU SIKAP ORANG IMAN ?....

Namun demikian, dunia maya tetaplah dunia maya. Tak selamanya kita hidup di dunia tersebut. Emangnya kalo mau nikah bisa secara virtual? Hehe.. nanti anaknya virtual juga dong? Tetap saja kita akan lebih banyak berhubungan di dunia nyata. Meski dunia maya lebih menggoda, tapi waspadalah, kita tetap hidup bersama orang lain yang bisa saja mereka berbuat nggak benar kepada kita. So, sewajarnya sajalah. tanamkan selalu bahwa kita adalah orang iman , Jangan sampai lupa diri, lupa daratan, apalagi lupus alias lupa usia (umur udah bangkotan tapi kelakuan kayak bocah).

Petiklah hikma dari hadist berikut ini. Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر » قال رجل : إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسنا ونعله حسنة، قال : «إن الله جميل يحب الجمال، الكبر بطر الحق، وغمط الناس

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalamnya terdapat kesombongan seberat biji sawi”, maka seorang laki-laki berkata: “wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang laki-laki yang suka pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.” maka beliau menjawab , “ Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” ( HR Muslim).

Nabi Saw juga bersabda :

المسلم اخو المسلم

“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya” (HR. Muslim)

Apabila setiap orang iman mau untuk memahami dan mengamalkan makna dan mengambil hikma hadits tersebut pastilah akan mendapati sebuah konsekuensi persaudaraan yang besar di dalamnya, sehingga akan berusaha untuk bisa berbudi luhur, mengusahakan segala kebaikan dan menjauhkan segala keburukan untuk saudaranya. Semoga kita semua dipermudah untuk melaksanakan semua kewajiban saudara kita sesama orang iman meskipun hanya di dunia MAYA saja.
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: